Senin, 10 Desember 2012

toko online

bagi yang berminat mencari pakaian buah hati silakan kunjungi facebook rastri hadikusuma...
terimakasih

Tips Melindungi Diri dari Anemia

Di masyarakat anemia sering disebut dengan kurang darah. Ada juga yang beranggapan bahwa anemia sama dengan darah rendah. Ini perlu diluruskan bahwa, tekanan darah rendah adalah kurangnya kemampuan otot jantung untuk memompa darah sehingga mengurangi aliran darah ke otak dan bagian tubuh lain. Sedangkan anemia dikarenakan kekurangan zat besi. Wanita Usia Subur (WUS), ibu hamil dan ibu nifas, remaja putri, calon pengantin dan tenaga kerja wanita adalah kelompok yang rentan terhadap anemia.
Seorang wanita dewasa atau ibu menyusui dikatakan anemia jika memiliki Hb kurang dari 12 gram %. Seorang ibu hamil dikatakan anemia jika memiliki Hb kurang dari 11 gram %. Penderita anemia biasanya kurang nafsu makan, matanya berkunang-kunang, memiliki sifat apatis yang dapat menurunkan produktifitas hingga 20%. Seorang wanita, sejak remaja saat mulai mengalami haid dan masa pubertas harus mulai memeperhatikan hal ini karena penting untuk kesehatannya ke depannya terutama pada saat hamil dan menyusui yang merupakan kondisi rawan anemia.
Berikut tips melindungi diri dari Anemia:
1. Jangan lupa sarapan pagi
2. Perhatika kecukupan gizi saat sarapan
3. Atur frekuensi makan. Tentukan kapan saja Anda makan, mulai sarapan hingga makan malam.
4. Konsumsi makanan kaya zat besi, misal susu, roti, telur, hati, ikan, daging, kacangan-kacangan (tahu, tempe, oncom, kedelai, kacang hijau), sayuran berwarna hijau tua (kangkung, bayam, daun katuk)dan buah-buahan (jeruk, jambu biji, pisang)
5. Biasakan menambah makanan yang memudahkan penyerapan zat besi, misal vitamin C, air jeruk, daging, ayam, ikan
6. Vitamin C dapat membantu usus halus untuk menyerap zat besi dari makanan untuk masuk ke dalam tubuh. Dianjurkan untuk mengkonsumsi cukup vitamin C pada saat makan atau dapat juga minum 1 gelas jus jeruk sesudah makan
7. Hindari subtansi penghambat penyerapan zat besi seperti teh dan kopi
8. Hindari minum teh dan kopi pada waktu makan dan hanya diperbolehkan 1 jam sebelum makan
9. Zat fosfat yang ditambahkan dalam minuman ringan , es krim dan manisan dapat mengurangi penyerapan zat besi.

Sumber: Majalah Alia No. 9 tahun III, Robiul Awal 1427 H/Maret 2006

Dari tips di atas sepertinya terjawab juga alasan kenapa ibu hamil dan menyusui tidak disarankan atau mungkin dilarang minum kopi karena dengan mereka mengkonsumsinya dapat menghambat penyerapan zat besi yang dibutuhkan. Untuk penggemar kopi dan cenderung sering merasa pusing dan lemas jawabannya juga ada disini. Semoga bermanfaat ya tulisan ini..

Rabu, 28 November 2012

Ibu Hamil Banyak Tidur di Pagi Hari, Bayinya Kelak Banyak Tidur Juga.Mitos?

Pengalaman saya ketika masih hamil anak pertama sangat indah. Puji syukur kepada Sang Pencipta terus menerus diucap karena tidak semua bisa menikmati kehamilannya dan diberi anugerah sebesar ini. Saya sangat yakin ini semua adalah KuasaNya, kita tidak bisa menolak apalagi meminta hanya menerima, bersyukur, menikmati dan menjaganya.
Ketika usia kehamilan saya kurang lebih 6bulan alhamdulilah saya tetap enerjik (begitu kalau bulek2 dan orang tua saya bilang sambil keheranan krn saya geraknya seperti setrikaan katanya g kenal capek), meski begitu saya sangat suka sekali tidur dari pagi sampai siang. Tidur setelah sholat dan menyiapkan keperluan suami kerja sampai mengantarnya hingga pintu depan rumah setelah itu saya langsung menuju singgasana saya yaitu kamar nan sejuk di dekat taman depan. Jadi kurang lebih sekitar jam 5 subuh saya tidur dan bangun paling awal jam 11 dan paling lama sampai jam 1 atau jam 2. Entah kenapa berat banget dan susah banget bangun diantara jam segitu. Malam hari saya memang susah tidur dan selalu bangunin suami minta ditemenin sampai saya bisa tidur. Kasian suami juga yg saat itu sedang sibuk-sibuknya, demi ego saya dan calon bayi kami saya tega membangunkannya dini hari.hehehe..dia boleh terpejam matanya tapi harus tetap merespon apa yang saya ceritakan jadi saya terus ngobrol. Dia dengan sabar meladeni setiap topik yang saya bicarakan meski matanya amat sangat berat. Itu berlangsung hingga usia kehamilan 9bln tepatnya sebelum waktu melahirkan tiba.
Untuk jam-jam tidur itu suami saya sering sms atau telp ke hp saya tapi g pernah saya respon. Awalnya dia panik khawatir sesuatu terjadi dg saya. Kemudian begitu bangun saya jelaskan tentang ritual saya di pagi hari itu dan lega lah dia.
Perihal banyak atau seringnya seorang ibu hamil tidur akan berdampak pada bayinya kelak juga akan banyak tidur. Saya sama sekali tidak peduli dengan hal itu karena menurut saya tidak berkaitan dan kalaupun bayi setelah lahir banyak tidur kan memang begitu kebiasaan dia, tidur, bangun, ASI. Anak saya juga sampai sekarang pola tidurnya teratur dan cukup tapi tidak setiap hari tidur seharian. Semua normal-normal saja sampai sekarang. Iya memang kita orang timur dengan segala adat dan kebiasaan yang sudah turun temurun bahkan mendarah daging sampai sekarang tapi lebih banyak kurang atau bahkan tidak bermanfaat sampai sekarang. Sejak berumah tangga sampai melahirkan saya tidak berpedoman dengan adat kebiasaan kebanyakan tetapi saya lebih ke keyakinan saya saja sudah sangat jelas tertulis tanpa diragukan kebenarannya. Alhamdulilah everything absolutely fine..Jadi ini bukan tentang kehidupan modern ato pemikiran apalah namanya tetapi sekali lagi lebih ke keyakinan saja. Untuk menjalankan itu selain kami bertekad demikian kami juga berkonsultasi dengan orang tua yang lebih tahu banyak tentang itu jadi kami berjalan tidak dengan tangan kosong. Demikian pengalaman saya, semoga bermanfaat.

Senin, 26 November 2012

Tips Membuat Kaldu

Saya suka memasak dan da tips ni untuk buat kaldu bisa buat sop, soto atau apa saja kalo kita pengen buat kaldu sendiri..
Dalam beberapa resep soto ada yang menggunakan kaldu air rebusan dari daging, ayam maupun ikan. Kaldu mempunyai peranan penting terhadap rasa soto. Berikut petunjuk membuat kaldu.
1. Gunakan kaldu 2:1 antara cairan baik itu air, santan maupun susu dengan daging/tulang
2. Agar kaldu dading/ayam jernih, sebaiknya cuci daging/tulang sampai bersih. Rebus selama lima menit dan buang air perebusan pertama yang banyak mengandung lemak. Ganti dengan air yang baru, rebus lagiu dengan api kecil sambil di skim (ambil secara perlahan-lahan) busanya yang terapung. Lebih baik lagi jika menyaringnya denga kain kasa/saringan kawat halus agar kaldu yang dihasilkan jernih dan terbebas dari kotoran.
3. kaldu yang harus dan lezat bisa diperoleh jika Anda merebusnya dengan api kecil selama 1,5-2jam, sehingga sari2 dari tulang/daging dapat keluar maksimal. Penambahan batang bawang, batang seledri, daun jaruk daun salam sangat membantu meningkatkan citarasa.
4. Gunakan batang daun bawang dan batang seledri yang berwarna putih. Jika batang yang hijau digunakan air kaldu  yang dihasilkan akan kehijauan karena larutnya klorofil ke dalam cairan.
5. Jangan merebus terlalu lama untuk kaldu udang/ikan.Citarasa manis khas kaldu dari udang/ikan akan hilang, sebaiknya tidak lebih dari 60menit. jangan lupa menambahkan beberapa potong jahe dan air jeruk nipis untuk menghilangkan aroma amis.
6. Selalu menambahkan sayuran beberapa saat sebelum diangkat dan dihidangkan agar warna, tekstur dan rasa tetap baik dan segar. Kecuali untuk kacang-kacangan yang memerlukan waktu lama agar diperoleh tekstur yang empuk.

Sumber : Paras

Semoga bermanfaat ya teman-teman sekalian..