Sabtu, 20 September 2025

Rutinitas tak bernyawa

 Apa mungkin saatnya kupergi? 

Pergi dari segala kesakitan yang ntah kapan akan sembug. Wajah, Kata-kata mesra kalian, sikap dinginmu ke aku , komunikasi buruk, pulang ke rumah larut karena kamu nggak ingin pulang kerumah jd dengan mudahnya km meninggalkan rumah. 

Aku disini kau tinggalkan sendiri. 

Dan aku menyesal memilihmu, harusnya dulu aku menjauhimu sejak Allah tunjukkan  perilakumu yang tidak setia. Namun kala itu aku takut kehilanganmu. Saat ini justru aku ditinggalkan dengan mudahnya begitu saja. 

Setidak menariknya aku sekarang buatmu. 

Orang bilang sudah jalani hidupmu, banyak bersyukur, upgrade dirimu sendiri. 

Kenapa aku nggak bisa mengembangkan diriku sendiri ya? 

Betapa bodohnya aku msh bertahan disini sampai sekarang. Tidak diinginkan  tp msh bertahan. Tidak diprioritaskan tapi memohon diperhatikan lagi. Sedangkan dia sudah menemukan perempuan lain idamannya. 

Apa sekarang waktu yang tepat aku pergi? 

Pergi dari dia , kehampaan dan takdirku saat ini. 


Ampuni hamba Ya Allah