Sabtu, 20 September 2025

Rutinitas tak bernyawa

 Apa mungkin saatnya kupergi? 

Pergi dari segala kesakitan yang ntah kapan akan sembug. Wajah, Kata-kata mesra kalian, sikap dinginmu ke aku , komunikasi buruk, pulang ke rumah larut karena kamu nggak ingin pulang kerumah jd dengan mudahnya km meninggalkan rumah. 

Aku disini kau tinggalkan sendiri. 

Dan aku menyesal memilihmu, harusnya dulu aku menjauhimu sejak Allah tunjukkan  perilakumu yang tidak setia. Namun kala itu aku takut kehilanganmu. Saat ini justru aku ditinggalkan dengan mudahnya begitu saja. 

Setidak menariknya aku sekarang buatmu. 

Orang bilang sudah jalani hidupmu, banyak bersyukur, upgrade dirimu sendiri. 

Kenapa aku nggak bisa mengembangkan diriku sendiri ya? 

Betapa bodohnya aku msh bertahan disini sampai sekarang. Tidak diinginkan  tp msh bertahan. Tidak diprioritaskan tapi memohon diperhatikan lagi. Sedangkan dia sudah menemukan perempuan lain idamannya. 

Apa sekarang waktu yang tepat aku pergi? 

Pergi dari dia , kehampaan dan takdirku saat ini. 


Ampuni hamba Ya Allah

Sabtu, 10 Juni 2023

Rasa

 apa cita-citamu? 


kebanyakan dan selalu ,cita-cita itu melulu tentang profesi dan materi. 

pernah nggak terpikirkan tentang perasaan? 

BAHAGIA.. 

itulah cita-cita. 


Selasa, 02 Juli 2019

Seputar Laktasi Part 1

Bismillah
Assalamu'alaikum,haii semua
.selamat malam (jam tulisan ini dibuat ya😄)

Entah ada apa denganku guys (halah...sok gaul) tetiba aku keinget pengalamanku sendiri setelah melahirkan 3 bocah imut dan yang teranyar pengalaman serupa yang dialami adekku pasca melahirkan Juni 2019 kemarin ini. Kok bisa sama ya pengalamannya,mungkin karena kami saudara kandung seibu seayah ya.hehe..nyambung-nyambungin deh.tsahhh

Jadi begini bunda dan calon bunda sekaliam, ini pengalaman saya ya dan bukan berarti saya paling tahu cuma sepertinya lebih bermanfaat aja bila di share.

Alhamdulilah pasca melahirkan anak ke 1, 2 dan 3 kendala yang saya hadapi sama masih seputar ASI (air susu ibu) yang mampet padahal produksinya banyak terbukti dengan adanya bendungan di sekitar PD (payudara).

Pengalaman anak pertama saya bisa dipastikan saya sangat panik dan mata sembab meratapi ASI tidak bisa keluar lancar seperti ibu-ibu pada umumnya. Ditambah saat itu anak kami memgalami "kuning" (bilirubin tinggi) karena faktor kurang cairan dan ndilalah (qodarulloh) golongan darah saya dan anak saya berbeda. Hal ini mempengaruhi "kuning" itu merajalela. Jadi di RS yang rencana 3 hari 2 malam menjadi 1minggu. Bayangin gimana cleaning servicenya nggak bosen coba masuk kamar kami "Jiahh ini lagi itu lagi". Nah "kuning ini" bisa diatasi dengan pemberian ASI lebih sering dan jumlah banyak dan dijemur dibawah sinar matahari pagi atau disinar dengan alat di ruang perawatan rumah sakit atau kalau mau repot bisa juga dengan bikin box bayi yang dipasangi dengan bohlam lampu 5W lalu taruh baby didalamnya dengan pengawasan kita full dan langkah ini tentu saja setelah konsultasi dengan dokter anak ya. Jangan main pasang banyak bohlam bisa kepanasan anaknya. Sebenarnya ini pengalaman Bulek saya sih dan pernah diceritakan ke saya. Kalo saya tidak salah beliau lahiran anak pertamanya tahun 2002.

Lanjut ke ASI mampet tadi nih ya, waktu di RS ketika kami jenguk+waktu nyusuin bayi disitulah stress maksimal terjadi. Lha gimana nggak ASI ku nggak keluar lancar apalagi banyak..ehh lha disebelahku ASI nya lebih dari lancar.deressss banget masyaAlloh..aku drop,meweeekk lagi ya Alloh😭.

Dokter dan tenaga medis berulang kali memotivasi "susuin terus bu bayinya, ibu jangan stres ya. si baby sedang belajar menghisap bu.ibu pasti bisa". Jujur itu sangat motivatif sekali tapi ada daya kenyataan tak seindah harapan.

Eitzss..mau tau kelanjutannya?
Akyuu..inget-inget lagi ya dan merangkai kata dulu. Besok in syaa Alloh diposting lagi kelanjutannya😄


Bukan sekedar bendelan biasa (bagi Saya)

Pulang kerumah, jika si kecil tidur dan saya bingung mau ngapain seringkali saya jalan ke depan tepatnya ke ruang tamu dimana disana ada lemari kaca berisi buku, album foto, majalah, kamus, hasil penelitian hingga skripsi maupun tugas akhir. Bolak balik tengak tengok sambil mengobrak abrik susunan isi lemari, bertemulah saya dengan bendelan dengan cover biru tua. Senyum-senyum sendiri tiap kali melihat dan membaca ulang isi bendelan itu. Bendelan yang secara intrinsik berisi puluhan pengalaman senang sedih, baru, kagum,lelah dan tawa. Pertama kali saya menulis bi

Senin, 10 Desember 2012

toko online

bagi yang berminat mencari pakaian buah hati silakan kunjungi facebook rastri hadikusuma...
terimakasih

Tips Melindungi Diri dari Anemia

Di masyarakat anemia sering disebut dengan kurang darah. Ada juga yang beranggapan bahwa anemia sama dengan darah rendah. Ini perlu diluruskan bahwa, tekanan darah rendah adalah kurangnya kemampuan otot jantung untuk memompa darah sehingga mengurangi aliran darah ke otak dan bagian tubuh lain. Sedangkan anemia dikarenakan kekurangan zat besi. Wanita Usia Subur (WUS), ibu hamil dan ibu nifas, remaja putri, calon pengantin dan tenaga kerja wanita adalah kelompok yang rentan terhadap anemia.
Seorang wanita dewasa atau ibu menyusui dikatakan anemia jika memiliki Hb kurang dari 12 gram %. Seorang ibu hamil dikatakan anemia jika memiliki Hb kurang dari 11 gram %. Penderita anemia biasanya kurang nafsu makan, matanya berkunang-kunang, memiliki sifat apatis yang dapat menurunkan produktifitas hingga 20%. Seorang wanita, sejak remaja saat mulai mengalami haid dan masa pubertas harus mulai memeperhatikan hal ini karena penting untuk kesehatannya ke depannya terutama pada saat hamil dan menyusui yang merupakan kondisi rawan anemia.
Berikut tips melindungi diri dari Anemia:
1. Jangan lupa sarapan pagi
2. Perhatika kecukupan gizi saat sarapan
3. Atur frekuensi makan. Tentukan kapan saja Anda makan, mulai sarapan hingga makan malam.
4. Konsumsi makanan kaya zat besi, misal susu, roti, telur, hati, ikan, daging, kacangan-kacangan (tahu, tempe, oncom, kedelai, kacang hijau), sayuran berwarna hijau tua (kangkung, bayam, daun katuk)dan buah-buahan (jeruk, jambu biji, pisang)
5. Biasakan menambah makanan yang memudahkan penyerapan zat besi, misal vitamin C, air jeruk, daging, ayam, ikan
6. Vitamin C dapat membantu usus halus untuk menyerap zat besi dari makanan untuk masuk ke dalam tubuh. Dianjurkan untuk mengkonsumsi cukup vitamin C pada saat makan atau dapat juga minum 1 gelas jus jeruk sesudah makan
7. Hindari subtansi penghambat penyerapan zat besi seperti teh dan kopi
8. Hindari minum teh dan kopi pada waktu makan dan hanya diperbolehkan 1 jam sebelum makan
9. Zat fosfat yang ditambahkan dalam minuman ringan , es krim dan manisan dapat mengurangi penyerapan zat besi.

Sumber: Majalah Alia No. 9 tahun III, Robiul Awal 1427 H/Maret 2006

Dari tips di atas sepertinya terjawab juga alasan kenapa ibu hamil dan menyusui tidak disarankan atau mungkin dilarang minum kopi karena dengan mereka mengkonsumsinya dapat menghambat penyerapan zat besi yang dibutuhkan. Untuk penggemar kopi dan cenderung sering merasa pusing dan lemas jawabannya juga ada disini. Semoga bermanfaat ya tulisan ini..

Rabu, 28 November 2012

Ibu Hamil Banyak Tidur di Pagi Hari, Bayinya Kelak Banyak Tidur Juga.Mitos?

Pengalaman saya ketika masih hamil anak pertama sangat indah. Puji syukur kepada Sang Pencipta terus menerus diucap karena tidak semua bisa menikmati kehamilannya dan diberi anugerah sebesar ini. Saya sangat yakin ini semua adalah KuasaNya, kita tidak bisa menolak apalagi meminta hanya menerima, bersyukur, menikmati dan menjaganya.
Ketika usia kehamilan saya kurang lebih 6bulan alhamdulilah saya tetap enerjik (begitu kalau bulek2 dan orang tua saya bilang sambil keheranan krn saya geraknya seperti setrikaan katanya g kenal capek), meski begitu saya sangat suka sekali tidur dari pagi sampai siang. Tidur setelah sholat dan menyiapkan keperluan suami kerja sampai mengantarnya hingga pintu depan rumah setelah itu saya langsung menuju singgasana saya yaitu kamar nan sejuk di dekat taman depan. Jadi kurang lebih sekitar jam 5 subuh saya tidur dan bangun paling awal jam 11 dan paling lama sampai jam 1 atau jam 2. Entah kenapa berat banget dan susah banget bangun diantara jam segitu. Malam hari saya memang susah tidur dan selalu bangunin suami minta ditemenin sampai saya bisa tidur. Kasian suami juga yg saat itu sedang sibuk-sibuknya, demi ego saya dan calon bayi kami saya tega membangunkannya dini hari.hehehe..dia boleh terpejam matanya tapi harus tetap merespon apa yang saya ceritakan jadi saya terus ngobrol. Dia dengan sabar meladeni setiap topik yang saya bicarakan meski matanya amat sangat berat. Itu berlangsung hingga usia kehamilan 9bln tepatnya sebelum waktu melahirkan tiba.
Untuk jam-jam tidur itu suami saya sering sms atau telp ke hp saya tapi g pernah saya respon. Awalnya dia panik khawatir sesuatu terjadi dg saya. Kemudian begitu bangun saya jelaskan tentang ritual saya di pagi hari itu dan lega lah dia.
Perihal banyak atau seringnya seorang ibu hamil tidur akan berdampak pada bayinya kelak juga akan banyak tidur. Saya sama sekali tidak peduli dengan hal itu karena menurut saya tidak berkaitan dan kalaupun bayi setelah lahir banyak tidur kan memang begitu kebiasaan dia, tidur, bangun, ASI. Anak saya juga sampai sekarang pola tidurnya teratur dan cukup tapi tidak setiap hari tidur seharian. Semua normal-normal saja sampai sekarang. Iya memang kita orang timur dengan segala adat dan kebiasaan yang sudah turun temurun bahkan mendarah daging sampai sekarang tapi lebih banyak kurang atau bahkan tidak bermanfaat sampai sekarang. Sejak berumah tangga sampai melahirkan saya tidak berpedoman dengan adat kebiasaan kebanyakan tetapi saya lebih ke keyakinan saya saja sudah sangat jelas tertulis tanpa diragukan kebenarannya. Alhamdulilah everything absolutely fine..Jadi ini bukan tentang kehidupan modern ato pemikiran apalah namanya tetapi sekali lagi lebih ke keyakinan saja. Untuk menjalankan itu selain kami bertekad demikian kami juga berkonsultasi dengan orang tua yang lebih tahu banyak tentang itu jadi kami berjalan tidak dengan tangan kosong. Demikian pengalaman saya, semoga bermanfaat.