Selasa, 02 Juli 2019

Seputar Laktasi Part 1

Bismillah
Assalamu'alaikum,haii semua
.selamat malam (jam tulisan ini dibuat ya😄)

Entah ada apa denganku guys (halah...sok gaul) tetiba aku keinget pengalamanku sendiri setelah melahirkan 3 bocah imut dan yang teranyar pengalaman serupa yang dialami adekku pasca melahirkan Juni 2019 kemarin ini. Kok bisa sama ya pengalamannya,mungkin karena kami saudara kandung seibu seayah ya.hehe..nyambung-nyambungin deh.tsahhh

Jadi begini bunda dan calon bunda sekaliam, ini pengalaman saya ya dan bukan berarti saya paling tahu cuma sepertinya lebih bermanfaat aja bila di share.

Alhamdulilah pasca melahirkan anak ke 1, 2 dan 3 kendala yang saya hadapi sama masih seputar ASI (air susu ibu) yang mampet padahal produksinya banyak terbukti dengan adanya bendungan di sekitar PD (payudara).

Pengalaman anak pertama saya bisa dipastikan saya sangat panik dan mata sembab meratapi ASI tidak bisa keluar lancar seperti ibu-ibu pada umumnya. Ditambah saat itu anak kami memgalami "kuning" (bilirubin tinggi) karena faktor kurang cairan dan ndilalah (qodarulloh) golongan darah saya dan anak saya berbeda. Hal ini mempengaruhi "kuning" itu merajalela. Jadi di RS yang rencana 3 hari 2 malam menjadi 1minggu. Bayangin gimana cleaning servicenya nggak bosen coba masuk kamar kami "Jiahh ini lagi itu lagi". Nah "kuning ini" bisa diatasi dengan pemberian ASI lebih sering dan jumlah banyak dan dijemur dibawah sinar matahari pagi atau disinar dengan alat di ruang perawatan rumah sakit atau kalau mau repot bisa juga dengan bikin box bayi yang dipasangi dengan bohlam lampu 5W lalu taruh baby didalamnya dengan pengawasan kita full dan langkah ini tentu saja setelah konsultasi dengan dokter anak ya. Jangan main pasang banyak bohlam bisa kepanasan anaknya. Sebenarnya ini pengalaman Bulek saya sih dan pernah diceritakan ke saya. Kalo saya tidak salah beliau lahiran anak pertamanya tahun 2002.

Lanjut ke ASI mampet tadi nih ya, waktu di RS ketika kami jenguk+waktu nyusuin bayi disitulah stress maksimal terjadi. Lha gimana nggak ASI ku nggak keluar lancar apalagi banyak..ehh lha disebelahku ASI nya lebih dari lancar.deressss banget masyaAlloh..aku drop,meweeekk lagi ya Alloh😭.

Dokter dan tenaga medis berulang kali memotivasi "susuin terus bu bayinya, ibu jangan stres ya. si baby sedang belajar menghisap bu.ibu pasti bisa". Jujur itu sangat motivatif sekali tapi ada daya kenyataan tak seindah harapan.

Eitzss..mau tau kelanjutannya?
Akyuu..inget-inget lagi ya dan merangkai kata dulu. Besok in syaa Alloh diposting lagi kelanjutannya😄


Tidak ada komentar:

Posting Komentar